Pengalaman Penderita Diabetes Mellitus dengan Ulkud Diabetikum

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan akan ada seumur hidup bagi penderitanya. Penyakit ini secara fisik dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi lanjutan. Salah satu komplikasi kronik DM yang paling sering terjadi adalah ulkus diabetikum. Penelitian ini mengkaj...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Setiawan, Ari Wahyu (Author)
Format: Academic Paper
Published: 2013-07-21.
Subjects:
Online Access:http://eprints.undip.ac.id/39574/
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan akan ada seumur hidup bagi penderitanya. Penyakit ini secara fisik dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi lanjutan. Salah satu komplikasi kronik DM yang paling sering terjadi adalah ulkus diabetikum. Penelitian ini mengkaji tentang pengalaman penderita DM dengan ulkus diabetikum. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam. Peneliti mengambil 4 orang partisipan dan menggunakan analisis teori Colaizzi. Penelitian ini menghasilkan delapan tema yakni karakteristik luka, manajemen perawatan luka, jenis hambatan proses penyembuhan, jenis pendukung proses peyembuhan, strategi koping, mekanisme koping, sumber pendukung dan jenis dukungan. Karakteristik luka ulkus diabetikum adalah jangka waktu penyembuhan lama dan nyeri. Manajemen perawatan meliputi jenis pengobatan, pemberi perawatan, dan perawatan luka. Jenis hambatan proses penyembuhan luka adalah faktor psikologis dan kalori yang berlebih. Sedangkan, jenis pendukung proses penyembuhan luka adalah tingkat stres dan penatalaksanaan luka. Strategi koping penderita dilakukan dengan perilaku koping yang berorientasi pada masalah dan yang berorientasi pada emosi. Sedangkan, mekanisme koping adalah adaptif dan maladaptif. Sumber pendukung bagi penderita DM dengan ulkus diabetikum adalah keluarga dan masyarakat sedangkan jenis dukungannya berupa dukungan informasi dan dukungan instrumental. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa proses penyembuhan luka ulkus diabetikum dipengaruhi oleh motivasi, pengetahuan, manajemen perawatan luka, koping positif, serta dukungan dari keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan peran tenaga kesehatan sebagai pemberi informasi dan perawatan serta keluarga sebagai sumber pendukung proses penyembuhan luka ulkus diabetikum.
Item Description:http://eprints.undip.ac.id/39574/1/Ari_Wahyu.pdf