STATUS RESISTENSI HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) ASAL KARANGPLOSO MALANG TERHADAP INSEKTISIDA SINTETIK PROFENOFOS

Ulat grayak (S. litura F.) termasuk dalam ordo Lepidoptera yang menyebabkan kerusakan serius pada tanaman budidaya di daerah tropis dan subtropis. Resistensi merupakan suatu keadaan dimana setiap populasi dalam satu spesies yang biasanya peka terhadap suatu insektisida tertentu menjadi tidak dapat l...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Purnamasari, Hindun Dwi (Author)
Other Authors: Subchan, Wachju (Contributor), Prihatin, Jekti (Contributor)
Format: Academic Paper
Published: 2015-12-11T07:22:51Z.
Subjects:
Online Access:Get Fulltext
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
LEADER 05037 am a22002293u 4500
001 repository_unej_123456789_67335
042 |a dc 
100 1 0 |a Purnamasari, Hindun Dwi  |e author 
100 1 0 |a Subchan, Wachju  |e contributor 
100 1 0 |a Prihatin, Jekti  |e contributor 
245 0 0 |a STATUS RESISTENSI HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) ASAL KARANGPLOSO MALANG TERHADAP INSEKTISIDA SINTETIK PROFENOFOS 
260 |c 2015-12-11T07:22:51Z. 
500 |a 110210103049 
500 |a http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/67335 
520 |a Ulat grayak (S. litura F.) termasuk dalam ordo Lepidoptera yang menyebabkan kerusakan serius pada tanaman budidaya di daerah tropis dan subtropis. Resistensi merupakan suatu keadaan dimana setiap populasi dalam satu spesies yang biasanya peka terhadap suatu insektisida tertentu menjadi tidak dapat lagi dikendalikan oleh insektisida tersebut. Profenofos termasuk dalam golongan insektisida organofosfat yang bersifat racun perut dan racun kontak. Profenofos memiliki mekanisme kerja menghambat kerja enzim asetilkolinesterase sehingga neurotransmitter asetilkolin yang berikatan dengan reseptornya di daerah pascasinapsis saraf pusat tidak terurai dan menimbulkan impuls saraf secara terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi insektisida profenofos terhadap berat, lama fase perkembangan, kemampuan reproduksi serta status resistensi S. litura F. lapang asal Karangploso Malang terhadap insektisida profenofos berdasarkan nilai nisbah resistensi (NR). Penelitian ini menggunakan larva S. litura F. instar 3 lapang asal Karangploso, Malang, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, 4 pengulangan dan tiap ulangan terdiri dari 10 ekor larva S. litura F. instar 3. Perlakuan menggunakan insektisida profenofos dengan konsentrasi 0,5 ml/L, 1 ml/L, 1,5 ml/L, 2 ml/L, dan 2,5 ml/L. Penelitian yang dilakukan sampai fase imago S. litura F.dan dilanjutkan pengamatan sampai imago tersebut bertelur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan insektisida profenofos berpengaruh terhadap berat serta fase perkembangan larva dan pupa S. litura F. Data pengaruh perlakuan insektisida sintetik profenofos terhadap berat pada kontrol, P1. P2, P3, P4, dan P5 berturut-turut yaitu 0,5489 gram, 0,5366 gram, 0,5273 gram, 0,5208 gram, 0,5085 gram, dan 0,5014 gram. Data tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan berat larva S. litura F. pada setiap kenaikan konsentrasi insektisida. Perlakuan insektisida sintetik profenofos berpengaruh sangat signifikan terhadap berat S. litura F. (p=0,00). Selanjutnya data pengaruh perlakuan terhadap lama fase perkembangan S. litura F. yang paling cepat dan yang paling lambat pada setiap fase perkembangan S. litura F. yaitu pada fase instar 3 fase perkembangan tercepat terjadi pada kontrol selama 3,25 hari dan fase perkembangan paling lambat terjadi pada P4 (2 ml/L) dan P5 (2,5 ml/L) selama 3,5 hari. Pada instar 4 fase perkembangan tercepat terjadi pada kontrol selama 2 hari dan fase perkembangan paling lambat terjadi pada P5 (2,5 ml/L) selama 2,5 hari. Pada fase instar 5 perkembangan tercepat terjadi pada kontrol selama 3 hari dan fase perkembangan paling lambat terjadi pada P4 (2 ml/L) dan P5 (2,5 ml/L) selama 3,5 hari. Pada fase pupa, perkembangan tercepat terjadi pada kontrol selama 7,5 hari dan fase perkembangan paling lambat terjadi pada P4 (2 ml/L) dan P5 (2,5 ml/L) selama 8,5 hari. Rerata lama fase perkembangan semakin lambat sesuai dengan peningkatan konsentrasi insektisida profenofos. Perlakuan insektisida sintetik profenofos berpengaruh signifikan terhadap lama perkembangan fase S. litura F. instar 3 (p=0,01), dan berpengaruh sangat signifikan terhadap lama fase perkembangan S. litura F. instar 4, 5, dan pupa (p=0,00). Pupa yang berhasil menjadi imago pada kontrol sebanyak 25 ekor, P1 (0,5 ml/L) sebanyak 21 ekor, P2 (1 ml/L) sebanyak 18 ekor, P3 (1,5 ml/L) sebanyak 17 ekor, P4 (2 ml/L) sebanyak 14 ekor, dan P5 (2,5 ml/L) sebanyak 10 ekor. Imago S. litura F. pada tiap perlakuan mampu menghasilkan telur. Nilai nisbah resistensi S. litura F. terhadap insektisida profenofos sebesar 4,02 yang diperoleh dari nilai LC50 S. litura F. lapang asal Karangploso Malang dan LC50 S. litura F. yang diperlihara di laboratorium. Kesimpulan dari data yang diperoleh yaitu semakin tinggi konsentrasi insektisida profenofos maka berat S. litura F. semakin ringan. Semakin tinggi konsentrasi insektisida profenofos maka lama fase perkembangan S. litura F. semakin lambat dan imago S. litura F. yang dihasilkan mampu bertelur. Nilai nisbah resistensi (NR) S. litura F. lapang asal Karangploso Malang sebesar 4,02 yang menunjukkan status S. litura F. tersebut telah resisten terhadap insektisida profenofos. 
546 |a id 
690 |a ULAT GRAYAK 
690 |a INSEKTISIDA SINTETIK 
690 |a PROFENOFOS 
655 7 |a Undergraduat Thesis  |2 local 
787 0 |n http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/67335 
856 4 1 |u http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/67335  |z Get Fulltext