STUDI VISUAL MOTIF BATIK KOTA BANJAR

Perkembangan batik di Indonesia begitu pesat dan meluas. Keberadaan batik kota Banjar menjadi salah satu keberagaman budaya batik yang ada di Jawa Barat dan menjadi salah satu budaya yang baru bagi masyarakat Banjar. Batik Banjar diciptakan untuk mengikuti perkembangan batik ciri khas daerah dan mem...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Asni Ratna Andrean, - (Author)
Format: Academic Paper
Published: 2017-10-16.
Subjects:
Online Access:http://repository.upi.edu/33548/
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Perkembangan batik di Indonesia begitu pesat dan meluas. Keberadaan batik kota Banjar menjadi salah satu keberagaman budaya batik yang ada di Jawa Barat dan menjadi salah satu budaya yang baru bagi masyarakat Banjar. Batik Banjar diciptakan untuk mengikuti perkembangan batik ciri khas daerah dan memperkenalkan lingkungan alam masyarakat Banjar. Rumusan masalah penelitian, yaitu: 1) Bagaimana perkembangan batik kota Banjar? 2) Bagaimana jenis-jenis motif hias batik kota Banjar? dan 3) Bagaimana visualisasi motif batik kota Banjar?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi Penelitian dilakukan di rumah Batik Gendhies. Teknik pengumpulan data penelitian, yaitu: teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) perkembangan batik Banjar merupakan hasil dari sebuah perlombaan motif batik pada tahun 2011, dan menjadikan hasil batik tersebut batik khas Banjar. Ide atau gagasan dalam pembuatan motif batik banjar berasal dari lingkungan alam sekitar; 2) jenis motif hias pada batik Banjar didominasi ragam hias tumbuhan dengan bentuk stilasi dan teknik pembuatan menggunakan teknik batik tulis dan cap; dan 3) visualisasi yang terdapat pada batik Banjar di dominasi garis lengkung. Unsur visual bidang yang digunakan yaitu bidang organis. Unsur warna yang digunakan didominasi oleh warna gelap yaitu hitam, biru tua, dan coklat. Batik Banjar merupakan batik yang terbilang baru, sehingga belum banyak masyarakat yang mengetahuinya. Setelah melakukan penelitian tersebut, ternyata batik kota Banjar perlu dikembangkan. Hal tersebut dapat dilihat dari jenis motif batik didominasi hanya terdiri dari jenis motif tumbuhan. Dari segi warna yang digunakan monoton, banyak menggunakan warna yang sama pada setiap motif.---The development of batik in Indonesia is so rapid and widespread. The existence of batik Banjar city became one of the cultural diversity of batik in West Java and became one of the new culture for the people of Banjar. Banjar Batik batik created to follow the development of regional characteristics and introduce the natural environment Banjar community. The research problems, namely: 1) How is the development of batik Banjar city? 2) What types of decorative motif batik Banjar city? and 3) How visualization motif Banjar city ?. The method used in this research is descriptive research method with qualitative approach. The study was conducted at the home location Batik Gendhies. Research data collection techniques, namely: observation, interview, documentation, and literature. These results indicate that: 1) the development of batik Banjar is the result of a race motif in 2011, and make the results of Banjar batik batik. The idea or notion in the manufacture banjo motif derived from the natural environment;2) types of decorative motifs in batik Banjar decorative plants dominated by stylized forms and techniques of making use of techniques and cap batik; and 3) the visualization contained in batik Banjar dominated curved lines. Visual elements used field is the field of organic. Elements of colors used is dominated by dark colors such as black, dark blue, and brown. Batik batik Banjar is relatively new, so not many people know about it. After conducting these studies, it is necessary to develop batik Banjar city. It can be seen from the type of motif predominantly consists only of the type of plant motifs. In terms of colors used monotonous, many use the same colors on each motif.
Item Description:http://repository.upi.edu/33548/1/S_SRP_1300179_Title.pdf
http://repository.upi.edu/33548/2/S_SRP_1300179_Abstract.pdf
http://repository.upi.edu/33548/3/S_SRP_1300179_Table_of_content.pdf
http://repository.upi.edu/33548/4/S_SRP_1300179_Chapter1.pdf
http://repository.upi.edu/33548/5/S_SRP_1300179_Chapter2.pdf
http://repository.upi.edu/33548/6/S_SRP_1300179_Chapter3.pdf
http://repository.upi.edu/33548/7/S_SRP_1300179_Chapter4.pdf
http://repository.upi.edu/33548/8/S_SRP_1300179_Chapter5.pdf
http://repository.upi.edu/33548/9/S_SRP_1300179_Bibliography.pdf
http://repository.upi.edu/33548/10/S_SRP_1300179_Appendix.pdf